Opera resmi memperkenalkan Neon, browser berfokus pada kecerdasan buatan (AI) yang dirancang untuk tidak hanya menampilkan halaman web, juga membantu pengguna melakukan tugas otomatis.
Mengutip Techcrunch, peluncuran ini menandai langkah serius Opera memasuki era agentic browsing, browser yang tidak sekadar pasif, melainkan melakukan aksi atas nama pengguna. Neon sudah diumumkan saat ini dalam tahap undangan terbatas.
Opera akan mengirim akses ke pengguna tertentu, sambil membuka daftar tunggu untuk publik yang ingin ikut mencobanya. Pendiri Opera menyebut bahwa Neon dikembangkan untuk tim internal mereka, dan bagi pengguna yang menggunakan AI secara intens dalam keseharian, agar bisa ikut membentuk masa depan browsing yang lebih aktif.
Neon menghadirkan beberapa fitur inti yang membedakannya dari browser tradisional, salah satu fitur andalannya adalah Neon Do, agen berkemampuan menavigasi halaman secara otomatis, mengisi formulir, menarik data dari beberapa situs, atau menyusun ringkasan konten berdasarkan konteks browsing pengguna.
Mengingat Neon memiliki konteks riwayat penelusuran pengguna, browser ini memungkinkan pengguna meminta misalnya cari kembali detail dari video YouTube minggu lalu, atau ringkas posting blog yang dibaca kemarin.
Fitur lain yang menonjol adalah Cards, kemampuan untuk menyimpan prompt ulang dan menggabungkannya menjadi rangkaian otomatis, serupa konsep IFTTT, untuk tugas yang sering diulang-ulang.
Misalnya pengguna bisa membuat kombinasi prompt untuk membandingkan produk di beberapa tab sekaligus. Selain itu, Neon juga memperkenalkan Tasks, area kerja atau workspace khusus yang menggabungkan chat AI, tab terkait, dan konteks yang khusus untuk satu tugas tunggal.
Dengan demikian, aktivitas browsing yang kompleks dapat diorganisir dalam ruang kerja berskala kecil yang fokus. Berbeda dengan banyak browser gratis, Neon akan tersedia dalam model berlangganan sekitar USD19,99 (Rp333.331) per bulan untuk akses awal.
Opera menargetkan pengguna yang intens menggunakan AI, mereka yang mencari lebih dari sekadar browser biasa. Pada aspek privasi, Opera menegaskan bahwa semua aksi Neon terjadi secara lokal pada perangkat atau on-device, bukan melalui server cloud eksternal.