Lazada memperkenalkan strategi yang berfokus pada brand. Langkah ini merupakan bagian dari upaya besar perusahaan dalam mempercepat fase pertumbuhan ekonomi digital berikutnya di Indonesia.
Melalui strategi ini, Lazada menempatkan brand, khususnya yang berada di LazMall—kanal toko dan distributor resmi Lazada—sebagai pusat dari pengembangan platformnya. CEO Lazada Indonesia, Carlos Barrera, menjelaskan bahwa ini adalah respons strategis terhadap perubahan perilaku konsumen yang kini menjadi lebih cerdas dan berorientasi pada kualitas.
Konsumen saat ini semakin memilih ekosistem mal dengan toko-toko resmi menawarkan produk yang autentik, tepercaya, dan berkualitas tinggi. Carlos Barrera menyatakan bahwa pendekatan yang kuat pada brand akan menjadi katalisator nilai yang sejati bagi eCommerce Indonesia.
“Saat brand bertumbuh, konsumen pun merasakan keuntungannya,” kata Carlos. Pendekatan ini akan membuka akses ke harga yang lebih baik, penemuan produk yang lebih mudah, kualitas tepercaya, dan pengalaman berbelanja yang lebih relevan bagi konsumen.
Pentingnya eCommerce yang didasari oleh autentisitas terus menguat di seluruh Asia Tenggara. Menurut laporan Cube Asia 2025, eCommerce yang didasari oleh autentisitas telah berkembang dari 12% dari total penjualan eCommerce pada tahun 2020 menjadi 30% pada tahun 2025, dengan nilai pasar sekitar USD40 miliar.
Segmen ini bahkan diperkirakan akan mencakup 55% pasar ritel eCommerce Asia Tenggara pada tahun 2030, mencapai estimasi penjualan sebesar USD150 miliar. Strategi Lazada didukung oleh beberapa pilar inti, termasuk peningkatan signifikan pada teknologi, operasional, dan dukungan pemasaran.
Commercial Director Lazada Indonesia, Nanang Ariswibowo, mengatakan bahwa Lazada telah memperkuat seluruh platform untuk menghadirkan pengalaman eCommerce yang holistik dan mulus, mulai dari klik pertama hingga pengiriman produk ke tangan pelanggan.
Pembaruan platform yang dilakukan mencakup investasi besar pada fitur berbasis AI untuk mempermudah penemuan produk, mengoptimalkan konten, dan mengotomatisasi operasional bagi brand. Pembaruan di kanal LazMall juga dilakukan untuk meningkatkan visibilitas brand dan memperkuat pengalaman berbelanja di toko resmi.
Selain itu, Lazada terus meningkatkan titik interaksi utama dengan konsumen di berbagai layanan, seperti layanan pelanggan, logistik, hingga program keanggotaan. Peningkatan ini termasuk layanan pengiriman dan instalasi untuk barang berukuran besar, seperti furnitur dan peralatan rumah tangga, yang diantarkan melalui jaringan logistik Lazada.